Pada saat Seminar Nasional dan Lokakarya Nasional Kedaulatan Masyarakat Adat Papua dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam (Darat, Pesisir dan Laut), saya juga menjadi pemakalah pada seminar paralel. Judul presentasi saya adalah “Perspektif Konservasi Tumbuhan Sowang (Xanthosthemon novoguineensis) Di Papua Berdasarkan Pendekatan Etnobotani, Taksonomi, dan Aplikasi Lingkungan”. Berikut adalah abstraknya.

ABSTRAK

       Xanthosthemon novoguineensis yang dikenal dengan nama lokal Sowang, merupakan tumbuhan endemik yang berasal dari Papua. Secara Etnobotani, kayu yang berasal dari X. novoguineensis telah digunakan sebagai bahan baku untuk fondasi rumah, peralatan makan, hingga senjata oleh Suku Sentani karena memiliki struktur kayu yang keras, kuat dan awet. Secara taksonomi, X. novoguineensis telah dikenali oleh Suku Sentani berdasarkan folk classification. Kemampuan dan komposisi kimia dari X. novoguineensis dapat dipertimbangkan dan diteliti lebih lanjut potensinya dalam aplikasi lingkungan seperti fitoteknologi, ekologi dan energi terbarukan. Pemanfaatan dalam bidang aplikasi lingkungan diantaranya kemampuan dalam teknik remediasi lingkungan tercemar, menyediakan sumber pakan bagi organisme dan biokonversi energi. Walaupun diperkirakan memiliki peranan penting dan potensi besar dalam aplikasi lingkungan, populasi dari tumbuhan X. novoguineenis dilaporkan menurun secara signifikan pada habitat aslinya disebabkan oleh eksploitasi tanpa batas, deforestasi dan fragmentasi habitat, hingga kemampuan regenerasi tumbuhan itu sendiri. Namun, belum ada upaya konservasi dari pemerintah daerah untuk melindungi X.novoguineensis dari ancaman kepunahan. Review ini bertujuan untuk merangkum berbagai pendekatan dalam konservasi X.novoguineensis berdasarkan perspektif etnobotani, taksonomi, ekologi, fitoteknologi dan energi terbarukan

Kata Kunci:  Aplikasi Lingkungan, Etnobotani, Konservasi, Potensi, Taksonomi,  Suku Sentani,  X. novoguineensis.

Share This