Diabetes mellitus (DM) berasal dari bahasa yunani yaitu diabainein yang berarti tembus atau pancuran air, dan  bahasa latin yaitu mellitus yang artinya rasa manis sehingga dikenal sebagai penyakit kencing manis. Penyakit ini ditandai dengan hiperglisemia yaitu peningkatan kadar glukosa darah yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Selain itu diabetes mellitus juga merupakan keadaan hiperglikemia kronik yang disertai berbagai kelainan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi penyakit. Ditinjau dari segi ilmiah, diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolik glukosa (molekul paling sederhana yang merupakan hasil pemecahan karbohidrat) akibat defisiensi insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang berperan dalam metabolisme glukosa dan disekresikan oleh sel β pankreas. Kurangnya sekresi insulin menyebabkan kadar glukosa meningkat dan melebihi batas normal jumlah glukosa dalam darah. Berdasarkan klasifikasi American Diabetes Associaton atau World Health Organization (ADA/WHO),  diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi empat tipe berdasarkan penyebab dan proses penyakitnya yaitu diabetes mellitus tipe I (insulin dependent diabetes mellitus), diabetes mellitus tipe II (non insulin dependent diabetes mellitus), Diabetes mellitus saat kehamilan dan diabetes tipe spesifik lain.

Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau tipe I adalah yang paling banyak menyerang orang muda, meskipun dapat timbul pada usia berapapun. (Margatan, 2005). Diabetes mellitus tipe ini disebabkan oleh penghancuran total sel-sel beta pankreas, sehingga pada kasus ini perwatan dengan terapi insulin adalah mutlak. Tipe ini dapat dikatakan diabetes mellitus yang tergantung pada insulin. Penderita diabetes mellitus tipe I tampak kurus. Gejala diabetes dapat berkembang secara cepat dalam waktu satu minggu atau berapa bulan. Pada diabetes mellitus tipe II atau non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM), paling banyak menyerang orang dewasa, meskipun juga tidak menutup kemungkinan menjangkit individu berusia berapa saja, Dalam kasus ini sel-sel beta pankreas tidak rusak walaupun kemungkinan hanya terdapat sedikit yang berfungsi normal. Diabetes mellitus tipe II merupakan kondisi yang diwariskan (diturunkan). Biasanya, penderita mempunyai anggota keluarga yang juga terkena. Sifat dari gen yang menyebabkan tipe ini belum diketahui. Sekitar 25% penderita diabetes mellitus tipe II mempunyai riwayat penyakit keluarga dan hamper semua kembar identik yang menderita tipe II, pasangannya juga menderita penyakit yang sama. Gejala diabetes mellitus tipe II lebih bertingkat dan tidak muncul selama bertahun-tahun setelah serangan penyakit. Pngobatan kebanyakan dilakukan dengan pola makan khusus dan berolahraga.

Diabetes mellitus pada saat kehamilan merupakan istilah yang digunakan untuk wanita yang menderita diabetes selama kehamilan dan kembali normal sesudah hamil. Banyak wanita yang mengalami diabetes mellitus kehamilan, tetapi pada beberapa wanita tidak demikian. Seorang wanita hamil membutuhkan lebih banyak insulin untuk mempertahankan metabolisme karbohidrat yang normal. Jika tidak mampu menghasilkan lebih banyak insulin maka dapat mengalami diabetes yang mengakibatkan perubahan pada metabolisme glukosa dan metabolisme zat lain. Kadar glukosa dalam darah wanita hamil berpengaruh pada kondisi janin dalam kandungannya. Hal ini disebabkan glukosa melintasi plasenta dengan mudah. Plasenta merupakan saluran yang mengalirkan zat-zat makanan dari ibu kepada janin melalui aliran darah. Pada diabetes tipe spesifik lain disebabkan oleh berbagai kelainan genetik spesifik seperti kerusakan genetik sel beta pankreas, kerja insulin, penyakit pada pankreas, obat-obatan, bahan kimia, infeksi, dan lain-lain.        

@RaynardSanito

 

 

Share This