Obat Tradisional

Obat Tradisional

Pemakaian herbal yang utama tetaplah untuk obat tradisional. Jika membicarakan obat ada 3 istilah yang terkait didalamnya yaitu obat asli, obat tradisional, dan obat bahan alam. World Health Organization (WHO) mendefinisikan obat tradisional sebagai obat asli di suatu negara yang digunakan secara turun temurun di negara itu dan di negara lain. Obat tradisioanal harus memenuhi kriteria antara lain sudah digunakan minimal 3 generasi dan telah terbukti ambuh aman dan bermanfaat. Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.  Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual dipasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.  Obat tradisional memiliki keuntungan dan kekurangan diantaranya : Kelebihan obat tradisional : Memiliki efek samping yang saling mendukung jika berada dalam satu ramuan dengan komponen yang berbeda. Memiliki efek samping yang relatif rendah. Pada suatu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit yang diakibatkan pertukaran zat di dalam tubuh dan keturunan. Kekurangan obat tradisional : Takaran harus tepat. Jika tidak tepat, obat tradisional tidak aman bagi tubuh dan kesehatan manusia. Harus tepat memilih jenis obat sesuai dengan riwayat kesehatan masing-masing, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan jiwa....
Gejala Penyakit Diabetes

Gejala Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes mellitus dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain : pola makan secara berlebihan yang melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, obesitas, bahan-bahan kimia seperti obat-obatan, penyakit infeksi pada pankreas, dan faktor genetik. Selain itu banyak kondisi yang menyebabkan diabetes mellitus, karena mempengaruhi produksi hormon insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas  tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Penyebabnya secara prinsip diantaranya disebabkan oleh : Gen insulin yang tidak normal, yang kadang-kadang menyebabkan sel beta pankreas menghasilkan produk insulin yang berbeda sehingga tidak mampu berfungsi dengan baik. Produksi insulin tidak memadai, karena sel-sel beta pankreas rusak akibat peradangan pankreas (pankreatitis), atau adanya endapan-endapan besi dalam kelenjar pankreas. Kerja hormon insulin terganggu, karena dipengaruhi oleh beberapa obat-obatan steroid, pil-pil anti hamil, dan diuretik (pelancar air seni), atau oleh penyakit seperti gangguan fungsi hati, gangguan kerja hormon (seperti penyakit tiroid atau gondok), Kadang-kadang syok (perasaan terpukul) juga dapat menyebabkan perubahan hormonal pada diabetes yang tidak terdiagnosa sehingga timbul gejala penyakit ini....
Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) berasal dari bahasa yunani yaitu diabainein yang berarti tembus atau pancuran air, dan  bahasa latin yaitu mellitus yang artinya rasa manis sehingga dikenal sebagai penyakit kencing manis. Penyakit ini ditandai dengan hiperglisemia yaitu peningkatan kadar glukosa darah yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Selain itu diabetes mellitus juga merupakan keadaan hiperglikemia kronik yang disertai berbagai kelainan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi penyakit. Ditinjau dari segi ilmiah, diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolik glukosa (molekul paling sederhana yang merupakan hasil pemecahan karbohidrat) akibat defisiensi insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang berperan dalam metabolisme glukosa dan disekresikan oleh sel β pankreas. Kurangnya sekresi insulin menyebabkan kadar glukosa meningkat dan melebihi batas normal jumlah glukosa dalam darah. Berdasarkan klasifikasi American Diabetes Associaton atau World Health Organization (ADA/WHO),  diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi empat tipe berdasarkan penyebab dan proses penyakitnya yaitu diabetes mellitus tipe I (insulin dependent diabetes mellitus), diabetes mellitus tipe II (non insulin dependent diabetes mellitus), Diabetes mellitus saat kehamilan dan diabetes tipe spesifik lain. Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau tipe I adalah yang paling banyak menyerang orang muda, meskipun dapat timbul pada usia berapapun. (Margatan, 2005). Diabetes mellitus tipe ini disebabkan oleh penghancuran total sel-sel beta pankreas, sehingga pada kasus ini perwatan dengan terapi insulin adalah mutlak. Tipe ini dapat dikatakan diabetes mellitus yang tergantung pada insulin. Penderita diabetes mellitus tipe I tampak kurus. Gejala diabetes dapat berkembang secara cepat dalam waktu satu minggu atau berapa bulan. Pada diabetes mellitus tipe II atau non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM), paling banyak menyerang orang dewasa, meskipun juga tidak menutup kemungkinan menjangkit individu berusia berapa saja, Dalam kasus ini...