International Seminar

International Seminar

Berikut adalah informasi seminar internasional yang akan dilaksanakan oleh UNCEN. Hasil penelitian dapat di muat pada Journal of Contemporary Papuan Studies...
Perspektif Sowang

Perspektif Sowang

          Pada saat Seminar Nasional dan Lokakarya Nasional Kedaulatan Masyarakat Adat Papua dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam (Darat, Pesisir dan Laut), saya juga menjadi pemakalah pada seminar paralel. Judul presentasi saya adalah “Perspektif Konservasi Tumbuhan Sowang (Xanthosthemon novoguineensis) Di Papua Berdasarkan Pendekatan Etnobotani, Taksonomi, dan Aplikasi Lingkungan”. Berikut adalah abstraknya. ABSTRAK        Xanthosthemon novoguineensis yang dikenal dengan nama lokal Sowang, merupakan tumbuhan endemik yang berasal dari Papua. Secara Etnobotani, kayu yang berasal dari X. novoguineensis telah digunakan sebagai bahan baku untuk fondasi rumah, peralatan makan, hingga senjata oleh Suku Sentani karena memiliki struktur kayu yang keras, kuat dan awet. Secara taksonomi, X. novoguineensis telah dikenali oleh Suku Sentani berdasarkan folk classification. Kemampuan dan komposisi kimia dari X. novoguineensis dapat dipertimbangkan dan diteliti lebih lanjut potensinya dalam aplikasi lingkungan seperti fitoteknologi, ekologi dan energi terbarukan. Pemanfaatan dalam bidang aplikasi lingkungan diantaranya kemampuan dalam teknik remediasi lingkungan tercemar, menyediakan sumber pakan bagi organisme dan biokonversi energi. Walaupun diperkirakan memiliki peranan penting dan potensi besar dalam aplikasi lingkungan, populasi dari tumbuhan X. novoguineenis dilaporkan menurun secara signifikan pada habitat aslinya disebabkan oleh eksploitasi tanpa batas, deforestasi dan fragmentasi habitat, hingga kemampuan regenerasi tumbuhan itu sendiri. Namun, belum ada upaya konservasi dari pemerintah daerah untuk melindungi X.novoguineensis dari ancaman kepunahan. Review ini bertujuan untuk merangkum berbagai pendekatan dalam konservasi X.novoguineensis berdasarkan perspektif etnobotani, taksonomi, ekologi, fitoteknologi dan energi terbarukan Kata Kunci:  Aplikasi Lingkungan, Etnobotani, Konservasi, Potensi, Taksonomi,  Suku Sentani,  X....
Seminar dan Lokakarya Nasional

Seminar dan Lokakarya Nasional

   Pada hari selasa tanggal 26 September 2017, saya mengikuti seminar dan lokakarya nasional dengan tema” Kedaulatan Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Papua (Darat, Pesisir, dan Laut) Secara Berkelanjutan.  Pembicara utama dalam kegiatan seminar kali ini adalah : Bapak Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri Jakarta dan Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada kabinet kerja Presiden Jokowi; Bapak Cliff Marlessy, Direktur LMMA Indonesia; Bapak Julius Ary Mollet, Pembantu Rektor IV Universitas Cenderawasih; Ibu Marlina Flassy, Dosen Antropologi Universitas Cenderawasih; Ibu Henderina J. Keiluhu, Dosen Biologi Universitas Cenderawasih.       Seminar ini sangat menarik karena membahas kearifan lokal masyarakat Papua dalam pengelolaan sumberdaya alam di wilayah darat, pesisir, dan laut. Masyarakat Papua sejak lama telah melakukan konservasi sumberdaya alam berdasarkan pendekatan tradisional seperti sasi, tiyatiki dan lain sebagainya. Pembicara-pembicara pada prinsipnya memberikan informasi dan wawasan mengenai konservasi sumberdaya alam Papua berdasarkan perspektif kearifan lokal. Semoga untuk kedepannya dapat diadakan kembali seminar serupa di Jayapura. Terima kasih kepada Universitas Cenderawasih  khususnya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Kelautan dan Ilmu Perikanan yang telah menginisiasi seminar dan lokakarya ini hingga dapat berjalan dengan baik. Di tunggu seminar-seminar ilmiah selanjutnya. Panita dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih melakukan sesi foto bersama     ...
Ulun Danu Beratan Bali

Ulun Danu Beratan Bali

     Pada kesempatan kali ini saya mengunjungi wisatan Ulun Danu Beratan Bali. Secara administratif Pura Ulun Danu Beratan terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pura ini pada prinspinya terletak tepat di tengah Pulau Bali, sekitar 50 Km di utara Kota Denpasar dan Singaraja. Udara pada lokasi wisata sangat dingin karena Pula Ulun Beratan terletak di ketinggian 1200 m diatas permukaan laut.  Pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 5 kompleks Pura dan 1 buah stupa diantaranya adalah : Pura Penataran Agung, Pura Dalem Purwa, Pura Taman Beji, Pura Lingga Petak, Pura Prajapati dan Stupa Buddha. Lokasi Pura juga berdekatan dengan Danau Beratan.       Untuk masuk pada objek wisata ini cukup membayar Rp. 20.000 untuk wisatawan lokal. Berbagai keindahan yang dapat dinikmati diantaranya adalah Wisata air Danau Beratan menggunakan sped boat, taman bunga, berfoto bersama binatang eksotis seperti Phyton Albino, Chamelion, Elang, Rangkong, Kelelawar dan lain sebagainya. Selain itu juga terdapat berbagai toko-toko suvenir khas Bali yang tersedia dan sangat cocok bagi pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh seperti pakaian khas Bali, pakaian, cemilan khas Bali dan lain sebagainya....
Noken

Noken

Noken merupakan tas tradisonal yang digunakan oleh masyarakat Papua untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti umbi-umban, sayur-sayuran dan berbagai jenis barang dagangan lainnya ke pasar. Noken di buat dari bahan dasar serat kulit kayu pohon Mandanum dan Anggrek hutan. Noken merupakan asli buatan perempuan Papua. Noken memiliki nilai sosial seperti simbol kehidupan, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakat Papua.  Dahulunya noken dibuat karena masyarakat Papua memerlukan sesuatu untuk memindahkan barang ke tempat lainnya. Noken juga melambangkan kedewasaan bagi perempuan. Membuat noken cukup rumit karena tidak menggunakan mesin. Kayu diolah, dikeriingkan dan dipintal menjadi benang. Variasi warna pada noken umumnya dibuat dari pewarna alami. Proses pembuatan noken memerlukan waktu 1-2 minggu. Noken dengan ukuran lebih bear dapat mencapai 3 minggu. Tas noke biasanya digunakan dengan memakai jidat atau bagian kepala dengan megalungkan ke arah belakang punggung. Tas noken yang berukuran kecil biasanya digunakan oleh pelajar Papua untuk membawa buku di sekolah maupun kampus. Noken juga dapat menjadi cindera mata atau oleh-oleh bagi orang-orang yang berkunjung ke Papua. @RaynardSanito        ...
Page 1 of 212